Desa Jatiroke
Nama
Jatiroke berasal dari nama Jati dan roke. Jati berarti pohon jati dan roke
adalah dahan yang kuat. Jadi Jatiroke adalah pohon jati yang berdahan kuat.
Pemimpin dan pendiri desa ini adalah Raden Kimas Arep yang berkuasa pada tahun
1822. Wilayah Desa Jatiroke. banyak ditumbuhi pohon jati meliputi batas Sungi
Citarik, Tanjungsari s/d Cinulang.
Setelah
habis masa kepemimpinan Raden Kimas Arep, beliau mencari penggantinya. Namun
tidak ditemukan. Maka beliau mengangkat Mad Hapi yang menjadi juru tulis
Jelekong tahun 18…. Mad hapi pencetus pembagian wilayah Jatiroke. Menjadi
Jatiroke, Cimanggung, Cileles dan Cisempur.
Mad Hapi
adik kandung dari Raden Kimas Arep, meneruskan kepemimpinan di desa Jatiroke
dengan jabatan lurah. Pemekaran
jatiroke menjadi Cimanggung, Cileles dan Cisempur.
Pusat
pemerintahan Lurah Mad Hapi berawal dibalai desa Jatiroke hingga sekarang, yang
merupakan tanah kas desa.
Jalan desa
awalnya hanya setapak berubah menjadi jalan desa meliputi dari jatiroke hingga
batas cisempur-cimanggung.
Pada masa
itu mata pencarian penduduk asli adalah
bertani. Tahun 18…Ada perpindahan
penduduk (migrasi) orang Galunggung
Garut dan Ujung Jaya Sumedang ke wilayah Jatiroke, membawa pengetahuan dan
keterampilan menanam tembakau. Sejak itu penduduk Jatiroke menjadi petani
tembakau disamping menjadi petani padi. Tembakau banyak ditanam di bekas hutan
jati. Keberadaan pohon jati sedikit demi sedikit berkurang / ditebang untuk
kebutuhan rumah dan dijual ke luar jatiroke.
Tahun 1981
Desa Jatiroke dipecah menjadi Desa Jatimukti dimulai dengan kepala desa
Jatimukti pertama Een Rohendi. Kepala Desa Jatiroke dipimpin oleh Cece Wirya
Seiring
dengan kemajuan wilayah dan banyak dibangunnya pabrik, pekerjaan petani bakau
mulai ditinggalkan. Beralih ke buruh tani, pekerja pabrik, dagang dan jasa.
Kemajuan di bidang pendidikan
ditunjang dengan pembangunan Pesantren Darul Fatwa Tahun 1994 dan sekolah umum
dibawah pimpinan H. Drs. Nasrudin Toha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar