Darul Fatwa
berdiri dari tahun 1996. bapak pimpinan yayasan berasal dari kampung
cianjur(jampang sisi pantai ) beliau merantau sampai kedaerah jatiroke karena
keperluan pendidikanya dan beliau mencari ilmu di suatu universitas UIN sunan
gunung djati pada tahun 1995dan setelah mengikuti kuliah di UIN beliau di
tugaskan untuk PPL dan beliau di tugaskan di suatu tempat yang namanya
Ds.jatiroke.beliau meneliti mengenai masyarakat sekitarnya.dan stelah beberapa
tahun kemudian beliau mendapatkan Jodoh yang bertempat di desa jatiroke beliau
berencana mendirikan suatu pesantren yang di beri nama Pesantren Nurul Zaman
dan kemudian di kembangkan mejadi pesantren darul fatwa dan setelah berdirinya
pesantren beliau berniat untuk mendirikan sekolah yaitu MTS Darul Fatwa dan
kemudian di kembangkan menjadi SMP dan setelah berdirinya SMP beliau
mengembangkan sekolah ke tingkat yang lebih atas yaitu Aliah (MA) dan Aliah ini
berkembang sampai tahun 2002 dan di ubah menajdi sekolah menengah atas (SMA)
dan berkembang menjadi sekolah yang bisa menjadikan lulusannya orang yang
bermanfaat dan pada tahun 2007 Yayasan merencanakan untuk meningkatkan karena
sesuai lingkungan sekitar sehingga yayasan mengembangkan sekolahnya dengan
menambah jurusan atau bidang keahlian tentang teknik komputer dan jarinagan (TKJ)
dan Darul Fatwa berkembang sampai sekarang
Darul fatwa
adalah sebuah yayasan islam yang terletak di sebuah desa di daerah sumedang. di
dirikan oleh KH.Nasrudin Toha, pertama kali di dirikannya adalah sebuah
pesantren salafiyah,dengan tempat yang seadanya dan santri santri yang masih
sedikit.
saat itu beliau masih menjabat sebagai seorang hakim di salah satu pengadilan agama. tidak mudah saat itu untuk mendirikan pondok pesantren di daerah desa tersebut,tepatnya di desa jatiroke yang penduduknya sangatlah fanatik terhadap ilmu agama yang kental dengan ajaran NU,sedangkan darul fatwa sendiri adalah lembaga pendidikan di bawah yayasan muhammadiyyah.
namun tekad beliau memang sngatlah keras,bertekat dari tempat kelahirannya di jampang cianjur selatan untuk berbakti pada msyarakat,akhirnya pondok pesantren tersebutpun dapat diterima.
setelah cukup maju KH.nasrudin Toha,perjuangan beliau tidak berhenti disana,tekad untuk berbakti pada masyarakat dan ingin mengamalkan ilmun yang beliau miliki,beliau mendirikan sekolah,yaitu sebuah MTs dan MA dengan bangunan yang seadanya dan berada di daerah pegnungan,namun beliau ttap berusaha untuk mengembangkannya.
lalu MTs dan MA tersebut di ganti dengan SMP dan SMA,krena orang orang lebih memilih SMP dan SMA,seiring dengan adanya isu bahwa ijazah MA tidak dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.
seiring berjalannya waktu Darul Fatwa pun semankin maju.hal ini dibuktikan dengan di dirikannya SMK dengan jurusan TKJ yang pertama di sumedang.
saat itu beliau masih menjabat sebagai seorang hakim di salah satu pengadilan agama. tidak mudah saat itu untuk mendirikan pondok pesantren di daerah desa tersebut,tepatnya di desa jatiroke yang penduduknya sangatlah fanatik terhadap ilmu agama yang kental dengan ajaran NU,sedangkan darul fatwa sendiri adalah lembaga pendidikan di bawah yayasan muhammadiyyah.
namun tekad beliau memang sngatlah keras,bertekat dari tempat kelahirannya di jampang cianjur selatan untuk berbakti pada msyarakat,akhirnya pondok pesantren tersebutpun dapat diterima.
setelah cukup maju KH.nasrudin Toha,perjuangan beliau tidak berhenti disana,tekad untuk berbakti pada masyarakat dan ingin mengamalkan ilmun yang beliau miliki,beliau mendirikan sekolah,yaitu sebuah MTs dan MA dengan bangunan yang seadanya dan berada di daerah pegnungan,namun beliau ttap berusaha untuk mengembangkannya.
lalu MTs dan MA tersebut di ganti dengan SMP dan SMA,krena orang orang lebih memilih SMP dan SMA,seiring dengan adanya isu bahwa ijazah MA tidak dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.
seiring berjalannya waktu Darul Fatwa pun semankin maju.hal ini dibuktikan dengan di dirikannya SMK dengan jurusan TKJ yang pertama di sumedang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar