BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Taman Kanak-kanak (TK) adalah salah satu
bentuk pendidikan prasekolah yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak
usia 4 tahun sampai memasuki pendidikan dasar (pasal 1 PP No. 27 tahun 1990
tentang pendidikan prasekolah). Tujuan pendidikan TK adalah untuk membantu
meletakan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya
cipta yang diperlukan oleh anak-anak dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (pasal 3
Kep. Mendikbud No. 0486/U/1992 tentang TK), sedangkan ruang lingkup program
kegiatan belajar yang meliputi : pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam
pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaan atau emosi dan
kemampuan bermasyarakat serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan
yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengambangan kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan dan jasmani.
Salah satu kemampuan dasar melalui kegiatan yang perlu dipersiapkan
oleh guru adalah pengembangan kemampuan daya pikir dan daya cipta.
Daya pikir atau kemampuan kognitif adalah suatu kemampuan dari seseorang
dalam proses berpikir.
yang diperoleh dari lingkungan dan alam sekitarnya.
Daya cipta adalah kemampuan seseorang untuk membuat atau
menciptakan sesuatu yang baru, istilah lain yang sering digunakan untuk daya
cipta adalah kreatifitas (A. Subita, 1995).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Daya Cipta ?
2. Apa saja tujuan dan fungsi pengembangan Daya Cipta ?
3. Bagaimana Cara Mengembangkan Daya Cipta Anak ?
4. Apa pengertian kreatifitas ?
5. Apa saja ciri-ciri dari berfiqir kreatif ?
6. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kreatifitas ?
C.Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka makalah ini bertujuan
untuk mengetahui:
1. Menjelaskan Pengertian dari Daya Cipta
2. Menjelaskantujuan dan fungsi pengembangan Daya Cipta
3. MenjelaskanCara
Mengembangkan Daya Cipta Anak
4. Menjelaskanpngertian kreatifitas
5. Menjelaskanciri-ciri dari berfiqir kreatif
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Daya Cipta
Secara etimologi daya
cipta berasal dari dua kata yaitu daya dan cipta menurut kamus umum Bahasa
Indonesia, daya yaitu kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dan cipta adalah
kemampuan, dalam hal ini kemampuan anak TK untuk membuat atau menciptakan
sesuatu yang baru istilah lain yang sering digunakan untuk daya cipta ini
adalah kreativitas (A. Subita 1995)
Pengembangan daya cipta
adalah kegiatan yang bertujuan untuk membuat anak kreatif, yaitu lancar.
Fleksibel, orsinil, dalam bertutur kata, berpikir, serta berolah tangan dan
berolah tubuh sebagai latihan motorik halus dan motorik kasar. Oleh karena itu,
daya cipta harus ada dalam pengembangan bahasa, seni dan daya pikir.
Dalam area seni, ibu
guru memberi tugas untuk mewarnai gambar bendera negara Indonesia. Menurut
penyusun tugas yang diberikan guru tadi merupakan salah satu pengembangan daya
dipta, karena kemampuan yang diharapkan dicapai adalah anak mampu mewarnai
bentuk gambar sederhana. Disini anak bebas untuk berkreatifitas sesuai dengan
keinginannya, contonya : ada anak yang mewarnai gambar bendera denga warna
merah dan putih dalam area bahasa anak-anak disuruh menirukan kata bendera negara
menulis huruf “b” dari kata bendera. Menurut penyusun tugas yang diberikan guru
tadi juga merupakan salah satu pengembangan daya cipta, karena kemampuan yang
diharapkan dicapai adalah anak mampu menirukan kembali urutan kata (latihan
pendengaran) dan anak mampu menjiplak dan meniru membuat garis tegak, datar,
miring, lengkung dan lingkaran. Ketika anak sedang bermainpun itu merupakan
salah satu pengembangan daya cipta karena anak bisa berolah tubuh sebagai
latihan motorik kasar.
B.Tujuan dan Fungsi Pengembangan Daya Cipta
Ø Tujuan
1.
Mengembangkan
imajinasi dan kreatifitas anak
2.
Memberi
kesempatan pada anak untuk menciptakan sesuatu sesuai dengan kreatifitasnya
3.
Anak
dapat menghargai hasil karyanya
Ø Fungsi
1.
Mengenalkan
berbagai hasil karya seni dan kreatifitas pada anak
2.
Memberi
kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya.
3.
Melatih
anak berpikir kreatif
C.
Cara
Mengembangkan Daya Cipta Anak Usia 5-6 Tahun
Macam-macam metode yang dapat digunakan untuk pengembangan daya pikir dan cipta (kognitif anak TK) diantaranya :
Macam-macam metode yang dapat digunakan untuk pengembangan daya pikir dan cipta (kognitif anak TK) diantaranya :
1.
Bermain
2.
Pemberian
Tugas
3.
Demonstrasi
4.
Tanya
Jawab atau Bercakap-cakap
5.
Mengucapkan
Syair
6.
Eksperimen
7.
Bercerita
8.
Karya
Wisata
9.
Dramatisasi
D. Pengertian Kreatifitas
Dalam KBBI, kreatif
didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru.
Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan
seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya
nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam
karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif
berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Sebenarnya, ada banyak pengertian
kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya
melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap
bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan.
Berikut ini kami sajikan beberapa pengertian
kreativitas yang dikemukakan oleh para ahli:
Ø Pengertian Kreativitas Menurut Widayatun: Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang
memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara
penuh untuk berkembang.
Ø Pengertian Kreativitas Menurut James R. Evans: Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat
subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau
lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran
Ø Pengertian Kreativitas Menurut Santrock: Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara
yang baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik.
Ø Pengertian Kreativitas Menurut Semiawan: Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan
menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri
aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian
(originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude, seperti rasa
ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari
pengalaman-pengalaman baru.
Ø Pengertian Kreativitas Menurut Munandar: Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau
menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.
E. Ciri Berfiqir kretif
Ø Ciri-ciri berpikir kreatif
Berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli
psikologi terhadap orang-orang yang berpikir kreatif telah menghasilkan
beberapa kriteria atau ciri-ciri orang yang kreatif.
ü Menurut Denny dan Davis (1982) dalam penelitian terhadap para penulis dan
arsitek yang kreatif melalui identifikasi oleh anggota profesi mereka
menghasilkan bahwa orang yang mempunyai kreatifitas yang tinggi itu cenderung
memiliki ciri-ciri : fleksibel, tidak konvensional, eksentrik (aneh),
bersemangat, bebas, berpusat pada diri sendiri, bekerja keras, berdedikasi dan
inteligen.
ü Woolfolk dan Nicolich (1984) menjelaskan bahwa orang yang berpikir kreatif
menunjukkan ciri-ciri adanya sikap kreativitas dalam arti luas, termasuk
tujuannya, nilainya, serta sejumlah sifat kepribadian yang mendukung orang
untuk berpikir bebas, fleksibel, dan imajinatif.
ü Menurut Mc. Kinnon (Yellon, 1977), orang-orang yang kreatif memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
a. Memandang dirinya berbeda dan lebih sering melukiskan dari mereka sebagai
berdaya cipta, tak tergantung, bersifat individualis.
b. Lebih terbuka dalam pengalaman dan perasaan.
c.
Secara relatif tidak
tertarik pada detail kecil, tetapi lebih tertarik pada arti dan implikasi,
memiliki fleksibel kognitif, ketrampilan verbal, berminat untuk berkomunikasi
dengan orang lain, bertindak tepat, mempunyai keingintahuan intelektual yang
besar.
d. Lebih tertarik secara mendalam menyerap pengalaman daripada
mempertimbangkan.
e.
Lebih bersifat
intuitif.
ü Mulyono Gandadipura (1983) merangkum hasil penelitian para ahli terhadap
orang-orang yang ahli berbagai bidang, antara lain : penulis, seniman, arsitek,
ahli matematik, peneliti, menyimpulkan bahwa orang-orang yang berpikir kreatif
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Bebas dalam berpikir dan bertindak.
2. Tidak menyukai kegiatan yang menuntut konformitas (kesesuaian).
3. Tidak mudah dipengaruhi pendapat umum bila yakin bahwa pendapatnya benar.
4. Kecenderungan kurang dokmatis dan lebih realistis.
5. Mengakui dorongan-dorongan dirinya yang tidak berdasar akal (irrasional).
6. Mengakui hal-hal yang rumit dan baru.
7. Mengakui humor dan memiliki good sense of humor.
8. Menekankan pentingnya nilai-nilai teoritik dan estetis.
ü Sedangkan S.C. Utami Munandar mengemukakan ciri-ciri orang yang memiliki
kemampuan berpikir kreatif yang tinggi yaitu :
1. Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
3. Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.
4. Bebas dalam menyatakan pendapat.
5. Menonjol dalam salah satu bidang seni.
6. Memiliki pendapat sendiri dan mampu mengutarakannya.
7. Tidak mudah terpengaruh orang lain
8. Daya imajinasi kuat.
9. Memiliki tingkat orisionalitas yang tinggi.
10. Dapat bekerja sendiri.
11. Senang mencoba hal-hal yang baru.
ü Guilford, ahli yang banyak berkecimpung dalam penelitian penelitian tentang
inteligensi menjelaskan kemampuan orang yang kreatif melalui beberapa ciri :
1. Adanya kelancaran, kesigapan, dan kemampuan menghasilkan banyak gagasan.
2. Adanya fleksibilitas, yaitu kemampuan untuk menggunakan berbagai pendekatan
dalam mengatasi masalah.
3. Adanya keaslian, yaitu kemampuan menghasilkan gagasan yang asli.
4. Adanya pengembangan, yaitu kemampuan untuk melakukan hal-hal secara detail
dan terinci.
5. Adanya perumusan kembali, yaitu kemampuan untuk merumuskan pengertian
dengan cara dan dari sudut pandang yang berbeda.
Dengan memperhatikan
beberapa pendapat dan hasil penelitian para ahli penelitian tersebut tentang
ciri-ciri yang memiliki kemampuan berpikir kreatif, nampak bahwa perbedaan itu
timbul karena adanya perbedaan subyek yang menjadi sasaran penelitiannya
sehingga ciri-ciri yang cukup menonjol sebagai ciri pokok berpikir kreatif
yaitu :
a. Ciri kelancaran (fluency)
b. Ciri fleksibelitas (flekxibility)
c. Ciri keaslian (organilaty)
Kelancaran adalah dapat
menghasilkan banyak ide atau konsep yang relevan dengan masalah yang dipecahkan
dalam waktu yang singkat.
Fleksibilitas
(keluwesan) menunjukkan bahwa individu dapat memunculkan hal-hal baru yang unik
atau tidak biasa. Jadi indivdu yang memiliki kemampuan berpikir kreatif adalah
individu yang dapat menghasilkan ide-ide baru yang berbeda dan asli.
E. Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kreativitas Anak
Setiap anak mempunyai tingkat kreativitas dengan
derajat dan bidang yang berbeda-beda. Ada yang puas dengan tingkat kreativitas
sekedarnya sehingga tidak terlalu antusias berpacu mengembangkan diri dan tidak
sedikit pula mereka yang terus mengasah kreativitas dan mencari visi batinya
hingga pada gilirannya membuat orang tercengang-kagum akan proses pengembangan
kreativitasnya. Secara garis besar factor pengembangan kreativitas itu ada dua,
yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Ø
Faktor internal meliputi:
1.Genetik
Gen mempunyai pengaruh terhadap kreativitas anak. Setiap anak mempunyai kode genetika yang diwariskan oleh orangtua. Selain menghasilkan kesamaan fisik yang jelas—tinggi dan berat badan, warna mata, warna kulit—kode genetik itu juga bisa menghasilkan ciri-ciri psikologis seperti kecerdasan, kreativitas, kepribadian dan kecenderungan social. Sejauh mana faktor genetika ini mempengaruhi anak, terutama kreativitasnya, para ahli genetika cukup beragam dalam memberikan pendapat;
Gen mempunyai pengaruh terhadap kreativitas anak. Setiap anak mempunyai kode genetika yang diwariskan oleh orangtua. Selain menghasilkan kesamaan fisik yang jelas—tinggi dan berat badan, warna mata, warna kulit—kode genetik itu juga bisa menghasilkan ciri-ciri psikologis seperti kecerdasan, kreativitas, kepribadian dan kecenderungan social. Sejauh mana faktor genetika ini mempengaruhi anak, terutama kreativitasnya, para ahli genetika cukup beragam dalam memberikan pendapat;
ada yang mengatakan hanya 20 %, ada yang 40 % dan ada
pula yang mengatakan 50 % sedangkan selebihnya adalah pengaruh lingkungan
sekitar. Faktor genetika tak bisa berdiri sendiri dalam proses pengembangan
kreativitas anak. Kreativitas manusia tak seperti keping puzzle yang
terpisah-pisah, tetapi lebih bersifat layaknya kue dengan berbagai bahan yang
saling berintraksi satu sama lain.
2.Gender
Jenis kelamin berpengaruh terhadap kreativitas. Anak laki-laki yang cenderung dibesarkan dengan perlakukan yang lebih mandiri dan bebas dari anak perempuan tentu berbeda dengan anak perempuan yang mendapat perlakuan yang kurang memberikan ruang eksplorasi lebih bebas. Anak laki-laki yang cenderung didik untuk mandiri, didesak untuk untuk bisa mengambil resiko dan didorong oleh orangtua untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orsinalitasnya akan menjadi lebih kreatif dengan perlakukan orang tua pada anak perempuan dengan batasan-batasan yang tak serperti anak laki-laki. Gender sebagai jenis kelamin social mempunyai pengaruh besar pada kreativitas anak.
Jenis kelamin berpengaruh terhadap kreativitas. Anak laki-laki yang cenderung dibesarkan dengan perlakukan yang lebih mandiri dan bebas dari anak perempuan tentu berbeda dengan anak perempuan yang mendapat perlakuan yang kurang memberikan ruang eksplorasi lebih bebas. Anak laki-laki yang cenderung didik untuk mandiri, didesak untuk untuk bisa mengambil resiko dan didorong oleh orangtua untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orsinalitasnya akan menjadi lebih kreatif dengan perlakukan orang tua pada anak perempuan dengan batasan-batasan yang tak serperti anak laki-laki. Gender sebagai jenis kelamin social mempunyai pengaruh besar pada kreativitas anak.
3.Kesehatan
Kesehatan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran, perasaan, produktivitas dan kapasitas kreativitas Banyak penelitian menyebutkan kesehatan yang buruk dan kondisi hidup tidak sehat menjadi penyebab rendahnya prestasi anak dan kualitas hidupnya.
Kesehatan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Sehat dan aktifnya indra pada anak-anak berpengaruh pada perilaku dan suasana hati. Bahkan setiap indra bagi manusia merupakan suatu lingkungan mikro yang mempengaruhi pikiran, perasaan, produktivitas dan kapasitas kreativitas Banyak penelitian menyebutkan kesehatan yang buruk dan kondisi hidup tidak sehat menjadi penyebab rendahnya prestasi anak dan kualitas hidupnya.
4.Minat Bakat
Minat adalah kecenderungan terhadap sesuatu secara
lebih tetap. Ada dorongan kuat dalam diri anak untuk melakukan sesuatu yang
diinginkan. Minat menjadi sumber motivasi yang kuat. Anak yang berminat
terhadap sesuatu biasanya akan berusaha lebih keras dibanding anak yang kurang
berminat. Bakat adalah sifat dasar, kepandaian yang dibawa sejak lahir, seperti
bakat menyanyi, menulis, serta bakat kesenian.
Menurut Jennifer Hamady saat kita
melakukan sesuatu dengan senang, bersemangat, tanpa terpaksa, kita bisa
mengetahui bakat atau potensi alami yang kita punya. Bakat itu butuh digali,
diasah, dan diaktualisasikan. Maka bakat minat berkelindan saling mengisi dalam
proses perkembangan kreativitas anak. Anak yang berminat dan berbakat mempunyai
ciri-ciri; mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
sesuatu yang dipelajari, ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati,
ada rasa ketertarikan pada sesuatutu aktivitas yang diminati, selalu
menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Ada sebuah kisah yang bercerita ihwal seorang anak
bernama Ishaan Nandkishore Awasthi. Dia adalah seorang anak berusia delapan
tahun yang sangat membenci sekolah. sekolah baginya tak lebih dari penjara.
Setiap menerima pelajaran dirasakan sulit baginya dan ia terus-menerus gagal
ujian. Para guru dan teman sekelasny amenjadikan anak itu sebagai bahan ejekan.
Ishan dianggap sebagai sosok yang lugu dan idiot.
Tapi pada sisi yang lain ada dunia yang sangat
disenangi oleh Ishan dan itu tidak banyak diketahui oleh orang tua dan guru.
Ishaan memunyai dunia yang penuh keajaiban yaitu negeri ajaib penuh dengan
warna dan binatang animasi. Seni adalah bakat dan potensi Ishan yang belum
teraktualisasikan dan tidak ada yang ingin mengerti, baik guruatau pun orang
tuanya.
Latar belakang keluarga Ishan termasuk dalam orang
yang sibuk. Ayahnya, Nandkishore Awasthi, adalah seorang eksekutif sibuk yang
sukses dan mengharapkan yang terbaik dari anak-anaknya. Ibunya, Maya Awasthi,
adalah seorang ibu rumah tangga yang frustrasi oleh ketidakmampuannya untuk
membantu Ishaan karena selalu melakukan sesuatu yang diluar nalarnya. Pada saat
yang bersamaan, Kakak Ishaan’s Yohaan menjadi pelajar yang sanagt sukses.
Dengan pelbagai peringatan dan metode orang tua yang tidak ingin mengerti,
akhirnya Ishan dianggap sebagai anak yang harus dikirim ke asrama untuk belajar
bersama.
Ketika di Asrama Ishan mendapatkan guru yang bisa
mengerti bakat dan potensi Ishan. Dia adalah Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan)
yang ditunjuk sebagai guru seni. Guru yang hanya sebagai penggati itu sungguh
berbeda dengan guru-gur yang lain. Ram lebih fleksibel dalam mengajar dan
memberikan anak kebebasan untuk berekspresi esua dengan keinginannya. Kelas
ketika Ram mengajar berubah menjadi tempat yang menyenagkan bagi anak-anak.
Ram berusaha untuk memahami Ishaan serta
masalah-masalah yang embuatnya beda dari yang lain. Dia membuat orang tua dan
guru Ishaan lainnya menyadari bahwa Ishaan bukan anak yang abnormal, tetapi
anak yang sangat khusus dengan bakat yan unik dan bebeda dengan kebanyakan
siswa yang lainnya. Ram berusaha dengan pelan tapi pasti untuk memberikan yang
terbaik buat Ishan. Dengan kesabaran dan perawatan Ram berhasil dalam mendorong
lagi tingkat kepercayaan Ishaan yang sebeumnya pudar. Dia membantu Ishaan dalam
mengatasi masalah pelajarannya dan kembali menemukan kepercayaan yang hilang
menjadi lebih peraya diri untuk mengaktualisasikan bakat dan minatnya.
Ishan pun akhirnya menjadi siswa berprestasi dengan
menjadi juar alomba lukis. Hasil kreatifitasnya itu juga masuk kategori terbaik
dan akan menjadi cover buku pajaran yang akan disebarkan di pelbagai daerah.
Ishan menjadi sosok jeniys yang unik dan mampu menjadikan dirinya berprestasi.
Itulah kisah yang terdapat dalam film Taare Zameen
Par, Everi Child Is Spesial. Pelajaran penting dari Aamir Khan (sutradara)
adalah ihwal keunikan tiap aak dan itu membutuhkan cara-cara yang khusus untuk
mengembangkan potensinya. Setiap anak merupakan pahlawan selain itu membantu
kita melihat seorang anak dalam diri kita sendiri. Di dunia ini, tidak ada
manusia yang sempurna tak peduli apa posisi dia dalam masyarakat, setiap anak
dengan kemampuan mereka adalah unik dan butuh orang yang memahami mereka. Tugas
guru dan orang tua adalah mengerti mereka bagaimana cara mengaktualisasikan
bakat dan minatnya.
5.Motivasi
Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal anak yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan. Motivasi itu adalah sesuatu yang membuat anak bertindak. Kreativitas anak akan mampu berkembang dengan baik apabila ada motivasi yang kuat, baik secara internal yang berkaitan visi batin anak atau pun secara ekternal. Kreativitas anak itu bisa berkembang dengan maksimal apabila ada serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi tertentu yang memberikan arah pada tercapainya mimpi-mimpinya.
Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal anak yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan. Motivasi itu adalah sesuatu yang membuat anak bertindak. Kreativitas anak akan mampu berkembang dengan baik apabila ada motivasi yang kuat, baik secara internal yang berkaitan visi batin anak atau pun secara ekternal. Kreativitas anak itu bisa berkembang dengan maksimal apabila ada serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi tertentu yang memberikan arah pada tercapainya mimpi-mimpinya.
6.Gaya Belajar
Setiap anak mempunyai gaya belajar yang unik. Kalau
kita mampu memahami bagaimana gaya belajar anak-anak kita, maka akan lebih
mudah dalam proses pengembangan kreativitas. Ada begitu banyak pendekatan gaya
belajar untuk anak; ada pendekatan gaya belajar berdasarkan preferensi kognitif
dikembangkan oleh Dr. Anthony Gregorc. Gregorc yang mengklasifikasikan gaya
belajar menurut kemampuan mental menjadi 4 kategori, yaitu: gaya belajar konkret-sekuensial,
gaya belajar abstrak-sekuensial, gaya belajar konkret acak, dan gaya belajar
abstrak acak. Ada pendekatan gaya belajar berdasarkan profil kecerdasan
dikembangkan oleh Howard Gardner. Ada pendekatan— yang cukup kita kenal dan
serigkali digunakan— belajar berdasarkan preferensi sensori yang membagi gaya
belajar menjadi tiga, yakni: visual (penglihatan), auditorial (pendengaran), da
kinestetik (gerakan).
Anak yang mempunyai gaya belajar auditorial mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut, berbicara pada diri sendiri saat kerja, menggerakkan
bibir mereka dan mengucapkan tulisan ketika membaca buku, selalu membaca dengan
keras, merasa kesulitan dalam menulis tetapi mempunyai kecanggihan dalam
berbicara, berbicara dengan memakai pola yang unik, suka berbicara, suka
berdiskusi, mudah terganggu oleh keributan dan kebisingan, suka berbicara
dengan panjang lebar, dan lebih suka musik. Anak yang mempnyai ciri-ciri
seperti itu biasaya mempunyai gaya belajar auditorial.
Ciri-ciri gaya belajar visual adalah sebagai berikut:
anak lebih suka berbicara dengan cepat, orannya sangat teliti dan detail, lebih
bisa mengingat sesuatu yang dilihat dari pada yang didengar, orangnya tidak
mudah terganggu oleh keributan, orangnya suka membaca dengan cepat, gigih dan
sangat tekun, orangnya tidak suka dibacakan, sering lupa menyampaikan pesan
verbal kepada orang lain, biasa menjawab pertanyaan dengan sangat singkat,
orang ini juga kana merasa kesulitan dalam memilih kata-kata serta suka
mencoret-coret tanpa bisa dimemgerti. Itulah ciri-ciri anak yang mempunyai gaya
belajar visual.
Ciri utama dari anak yang mempunyai gaya belajar
kinestik adalah sebagai berikut: anak akan berbicara dengan nada yang lambat,
sangat responsif terhadap perhatian fisik, selalu menyentuh seseorang untuk
mendapatkan perhatian, orang ini lebih suka bergerak, anak lebih suka menghafal
dengan dengan cara berjalan sambil melihat, selalu menggunakan isyarat tubuh,
tidak bisa duduk dengan waktu yang cukup lama, selalu ingin menyibukkan diri
serta mempunyai kemapuan menulis yang jelek. Itulah ciri dari anak yang
memunyai gaya belajar kinestik.
7.Kepribadian
Faktor kepribadian yang mempengaruhi kreativitas antara lain meliputi dorongan ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, sifat asertif, dan keberanian mengambil resiko. Kreativitas bisa berkembang dengan maksimal lewat latihan-latihan pengembangan non kognitif seperti sikap berani mencoba sesuatu yang baru, penambahan motivasi untuk berkreasi, dan sifat berani menanggung resiko serta pengembangan kepercayaan diri dan harga diri.
Faktor kepribadian yang mempengaruhi kreativitas antara lain meliputi dorongan ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, sifat asertif, dan keberanian mengambil resiko. Kreativitas bisa berkembang dengan maksimal lewat latihan-latihan pengembangan non kognitif seperti sikap berani mencoba sesuatu yang baru, penambahan motivasi untuk berkreasi, dan sifat berani menanggung resiko serta pengembangan kepercayaan diri dan harga diri.
Ø
Faktor eksternal pengembangan
kreatifitas meliputi:
1.Pola asuh Anak
Orang yang paling utama adalah kedua orang tua, kalau
tidak adalah kerabat dekatnya. Orang yang paling berhak terhadap pengasuhan ini
adalah orang yang paling dekat kekarabatannya. Pengasuhan ini menjadi sangat
penting karena pada usia dini anak harus dipenuhi dengan kasih sayang, perasaan
mesra dan hangat serta penuh dengan kegembiraan. Maka pengasuhan yang paling
utama adalah kedua orangtunya, terutama ibu. Masa-masa itu adalah masa-masa
krusial, segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan anak akan membekas.
Pengasuhan itu sangat penting bagi anak agar segenap potensi yang ada pada anak
di usia dini mampu dikembangkan dengan baik. Ada tiga macam pola asuh bagi
anak.
·
Pertama, pola asuh authoritarian.
Pola asuh ini memposisikan orang tua sebagai orang yang paling berkuasa. Anak
seakan tidak mempunyai ruang gerak yang bebas untuk mengeksplorasi segala
kemampuannya. Orang tua akan cenderung memberikan perintah secara dogmatis
tanpa memberikan penjelasan terhadap anak dibalik semua perintah dan
laranngannya. Orang tu menjadi pengontrol utama yang selalu memberika hukuman
pada anak apala anak tidak berbuat seperti yang dinginkan orang tua. Itulah poa
asuh authoritarian.
·
Kedua, pola pengasuhan permissive.
Ini kebalikan dari pola asuh yang pertama. Orang tua akan membiarkan anaknya
untuk melakukan apa saja dengan tanpa pengontrolan dan pengawasan. Orang tua
sakan mengabaikan tanggung jawab dirinya untuk memberikan perhatian dan
kepedulian terhadap anak. Dan orang tua tidak mempunyai target-target untuk
memberikan yang terbaik bagi masa depan anakya.
·
Ketiga, pengasuhan demokratis. Pola
pengasuhan ini bagi sebagian orang tua dianggap sebagai yang terbaik. Orang tua
memberikan teladan dan memberikan inpirasi bagi anak-anaknya. Orang tua
memberikan kebebasan bagi anak tapi dengan batas kewajaran. Kalau orang tua
sudah melihat anaknya menggunakan kebebasan melampaui kewajaran, maka orang tua
menegurnya dengan bahasa dan tindakan yang penuh kasih sayang. Orang tua juga
sangat akrab bersama anaknya tanpa harus kehilangan perannya sebagai orang yang
bertanggung jawab terhadap kebaikan anak-anak.
2.Trilogi Pendidikan
Konsep trilogi pendidikan—lingkungan keluarga, lingkungan
sekolah dan lingkungan masyarakat—sangat berperan besar dalam proses
perkembangan kreativitas anak. Dari studi terhadap orang-orang yang
kreatif—mulai dari penulis, seniman, arsitek dan orang kreatif lainnya—pada
umumnya proses kreativitas mereka sudah mulai berkembang sejak dalam keluarga.
Lingkungan keluarga cukup berperan besar dalam pengembangan kreativitas. Ada
beberapa ciri keluarga orang kreatif; menghargai anak sebagai pribadi,
memberikan contoh yang baik, menaruh perhatian pada pengembangan bakat,
mempunyai patokan etis yang jelas. Kurang khawatir terhadap anak, keluarga
kerapkali berpindah, selalu memberikan pilihan pada anak dan selalu memberi
tantangan pada anak, membolehkan anak mengambil keputusan sendiri, menjalin
hubungan kerja sama yang baik dengan anak.
Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga. Lingkungan sekolah yang baik bagi perkembangan kreativitas anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan.anak-anak datang tidak merasa terbebani, tidak membius pemikiran yang orsinil, serta mampu meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri anak. Proses pembelajaran di sekolah dilakukan dengan dengan percobaan (eksperimen), pemahaman, latihan hingga penghayatan. Guru berperan sebagai fasilitator, katalisator dan inpirasi bagi tumbuh kembang kreativitas anak. Guru diharapkan mampu merangsang kreativitas anak itu muncul dan memupukya hingga terus berkembang dan menjulang tinggi.
Pendidikan sekolah merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga. Lingkungan sekolah yang baik bagi perkembangan kreativitas anak prasekolah adalah bebas dan menyenangkan.anak-anak datang tidak merasa terbebani, tidak membius pemikiran yang orsinil, serta mampu meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri anak. Proses pembelajaran di sekolah dilakukan dengan dengan percobaan (eksperimen), pemahaman, latihan hingga penghayatan. Guru berperan sebagai fasilitator, katalisator dan inpirasi bagi tumbuh kembang kreativitas anak. Guru diharapkan mampu merangsang kreativitas anak itu muncul dan memupukya hingga terus berkembang dan menjulang tinggi.
Lingkungan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan
mempunyai andil yang besar terhadap perkembangan kreativitas anak. Kondisi
sosio kultural disekitar anak berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas.
Sejatah kebudayaan telah menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tertentu lebih
banyak tampil orang-orang yang unggul seperti seniman, ilmuwan atau tokoh-tokoh
dalam bidang lain. Seperti zaman kebudayaan Yunani, zaman Renaisance atau
Sriwijaya dan Majapahit di Indonesia. Tampilnya berbagai tokoh unggulan dalam
kurun waktu tertentu agaknya proses kreativitas lebih dihargai dan diutamakan.
menurut Silvano Arieti dinamakan dengan kebudayaan creativogenic, yakni
kebudayaan yang menunjang, memupuk dan memungkinkan perkembangan kreativitas.
Kebudayaan yang menunjang pengembangan kreativitas
warga negara mempunyai karakteristik; tersedianya sarana dan prasarana
kebudayaan, keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan, penekanan pada
becoming, tidak semata-mata pada being, kesempatana bebas terhadap media
kebudayaan, menghargai dan dapat memadukan rangsangan dari kebudayaan lain,
toleransi dan minat terhadap pandangan yang berbeda, adanya insentif,
penghargaan dan penguatan.
3.Media
Media adalah komponen komunikasi yang berfungsi
sebagai perantara atau pembawa pesan dari pengirim ke penerima. Media adalah
semua bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi.
Dalam proses pembelajaran, baik itu di kelas atau pun ketika berada di rumah,
media bisa menjadi pendorong tumbuhnya kreativitas anak. Anak-anak bisa
melakukan permainan dengan meggunakan media, sehingga orangtua atau guru tidak
hanya berdongeng atau bercerita yang akan membuat suasana menjadi hambar.
Pemilihan media yang tepat untuk alat permainan bisa membangkitkan kreativitas
anak. Hal ini bisa bearsal dari lingkungan alam sekitar atau alat-alat
permainan modern yang aman bagi anak.
4. Display Lingkungan
Display merupakan bagian dari lingkungan yang perlu
memberi rangsanagan pada perkembangan kreativitas anak. Display lingkungan yang
baik harus mampu menunjukkan tata letak yang kreatif. Tata letak ini didasarkan
bahwa apa yang terbaik bagi anak yang terbaik ditentukan oleh anak dan guru.
Tata letak ini menekankan pada kebebasan dan kreatifitas pengguna ditingkatkan
(tidak dibatasi) oleh lingkungan yang dibangun. Beberapa kelompok anak dapat
mengerjakan tugas yang diberikan saat itu. Anak juga bisa fleksibel.
Display lingkungan yang kreatif juga harus
memperhatikan warna. Warna mempunyai pengaruh terhadap otak. Jika manusia
dirancang untuk berbicara dengan alam, bukankan akan masuk akal bahwa warna
alam akan menjadi warna yang paling menenangkan bagi otak. Ada beberapa warna
yang bisa menenagkan; biru (seperti langit), hijau (seperti rumput) dan coklat
(seperti tanah dan pasir).
Penerangan. Cahaya yang terbaik bagi otak anak
bersifat alami, seperti sinar matahari atau vahaya alami lainnya. sebuah
penelitian menunjukkan; Ada tempat-tempat di dunia yang memiliki masa 6 bulan
diliputi cahaya dan 6 bulan diliputi kegelapan. Selama enam bulan dalam
kegelapan itu ada insiden-insiden depresi, alkoholisme, serta bunuh diri yang
meningkat. Ada bahan kimia dalam tubuh yang memerlukan matahari untuk
memproduksinya secara alami yang penting bagi kesejahteraan mentaldan fisik
kita. Cahaya lampu di malam hari, cahaya lilin, dan cahaya yang memikat dari
perapian juga memiliki kemampuan untuk menenagkan dan menciptakan kondisi yang
positif di dalam otak kita.
Aroma mempunyai pengaruh terhadap terciptanya
lingkungan yang kondusif. Aroma yang menenangkan termasuk lavender, vanilla,
kayu putih, dan chamomile—meskipun ada sebagia orang yang alergi. Aroma itu cendrung
membuat rileks otak dan membuat kondisi nyaman. Aroma-aroma yang berenergi
tinggi, termasuk jeruk, kayu manis, bisa menyebabkan otak menjadi lebih
waspada. Dalam sebuah penelitian, pasien dengan cedera otak menampilkan
kewaspadaan yang sama dengan pasien yang sehat saat di tes dengan aroma
peppermint yang disemprotkan dari selang
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian
sebelumnya, Penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.
Daya
pikir atau kemampuan kognitif adalah suatu kemampuan dari seseorang dalam
proses berpikir
- Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.
3. ciri-ciri Berfiqir : fleksibel, tidak konvensional, eksentrik (aneh),
bersemangat, bebas, berpusat pada diri sendiri, bekerja keras, berdedikasi dan
inteligen.
- Faktor yang mempengaruhi kreatifitas meliputi faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal : 1). Genetik 2).Gender 3). Kesehatan 4). Minat Bakat 5). Motivasi 6).Gaya Belajar 7). Kepribadian. Adapun faktor eksternal antara lain meliputi : 1). Pola asuh Anak 2). Trilogi Pendidikan 3). Media dan 4). Display Lingkungan.
B. SARAN
Sesuai dengan
kesimpulan diatas, Penulis menyarankan setiap calon peserta didik dapat
memahami konsep Dasar Daya Cipta.
DAFTAR PUSTAKA
John. W. Santrock, Adolescence, (2008), Jakarta, Erlangga.
Dananjaya,
Media pembelajaran aktif (2011), Bandung, Nuansa
DavidCampbell,
Mengembangkan kreativitas, (1996), Yogyakarta, Kanisius.
Utami
Munandar, Kreativitas dan keterbakatan, Strategi mewujudkan Potensi kreatif dan
bakat,
(2002), Jakarta, GramediaMunandar,Utami. 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar